Archive

Archive for the ‘Info Kerja’ Category

Banyak PNS Terindikasi Korupsi Miliaran Rupiah

December 28, 2011 2 comments

Kinerja Kemenpan Disorot

Selama tahun 2011 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapatkan laporan transaksi mencurigakan sampai miliaran rupiah terkait korupsi, dan 148 orang tersebut merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) pun disorot karena dianggap tidak becus dalam mengurus transparansi administrasi.

“Yang perlu digarisbawahi di sini adalah tugas dari Kementerian PAN. Laporan PPATK ini kan sudah disampaikan ke kementerian-kementerian dan Kemenpan yang mengurusi administrasi birokrasi. Tapi sejauh ini tidak ditindak,” tutur pengamat hukum dari Universitas Andalas, Feri Amsari kepada detikcom, Rabu (28/12/2011).

Feri mempertanyakan mengapa sejauh ini tidak ada tindak lajut mengenai laporan PPATK dari pihak kementerian. Menurutnya, sistem birokrasi yang ada di kementerian-kementerian sekarang ini perlu dibenahi. Hal tersebut merupakan tugas utama dari Kemenpan. Read more…

Salam Kenal !

December 25, 2011 Leave a comment

awidyanto.

Percaloan CPNS

January 28, 2010 Leave a comment

Berpotensi Kongkalikong, Banyak Kerabat Pejabat Diterima


SELEKSI calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2009 dengan sistem perekrutan mandiri juga rentan terjadi percaloan. Di Kabupaten Rembang misalnya, perekrutan yang mengandeng Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LMFE-UI) membuat heboh.

Sejak awal pengumuman, warga kaget dengan 625 formasi yang disediakan pada penerimaan CPNS. Formasi itu menjangkau lulusan Diploma III hingga pascasarjana.

Tercatat tak kurang 18.000 orang mengirimkan lamaran ke panitia seleksi CPNS c/q Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang. Setelah melalui verifikasi, sebanyak 15.000-an pendaftar yang memenuhi kriteria. Read more…

Isu Tak Sedap Warnai Proses CPNSD Blora

January 13, 2010 Leave a comment

Blora, CyberNews. Hasil seleksi tertulis CPNSD Blora diwarnai isu tidak sedap. Isu yang dihembuskan warga dengan mengirim SMS dan dimuat di media massa itu menyebutkan adanya peserta yang tidak hadir dalam ujian ternyata dinyatakan lulus seleksi. Isu tersebut dibantah instansi pelaksana ujian.

“Isi SMS itu bohong. Tidak benar ada peserta lulus seleksi CPNSD namun tidah hadir dalam ujian tertulis,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, A Noveri, Rabu (30/12).

SMS Piye Cah di kolom Suara Muria-Suara Merdeka yang dikirim pemilik nomor ponsel 081325545550 menyebutkan: Kepada Yth Bupati Blora, pada pembukaan tes CPNSD Blora dikatakan tak ada KKN. Tapi kenapa pada formasi 31552 peserta tak hadir mengikuti tes CPNSD (nomor peserta terakhir) kok malahan dinyatakan lulus dalam seleksi tes. Bagaimana ini pak Bupati, ada apa?.

Sesuai SMS tersebut, formasi 31552 yang dimaksud adalah Penata Boga dengan pendidikan DII-DIII. Berdasarkan pengumuman hasil seleksi pengadaan CPNSD, peserta yang dinyatakan lulus sebanyak dua orang. Jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan formasi rekrutmen CPNSD yang sebelumnya diumumkan Pemkab.

Saat dihubungi di nomor HP tersebut, pria yang enggan menyebut nama itu menyatakan mempunyai saksi yang mengetahui adanya peserta yang tidak hadir namun dinyatakan lulus seleksi. “Saya sendiri bukan peserta ujian. Teman saya yang mengikuti tes mengetahui adanya peserta tidak hadir namun dalam pengumuman kelulusan, dinyatakan lolos seleksi,” tandasnya. Read more…

Tags: ,

Empat CPNS Didenda Rp 10 Juta

January 13, 2010 Leave a comment

Slawi, CyberNews. Empat orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal terpaksa harus terkena denda masing-masing Rp 10 juta. Mereka memilih mengundurkan diri dari formasi yang telah diumumkan secara serentak oleh Pemerintah Provinsi Jateng, baru-baru ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tegal Retno Suprobowati SH MM menegaskan, keempat orang CPNS itu wajib membayarkan denda ke institusinya. Sesuai aturan yang ada, denda ini nantinya akan dimasukkan ke kas daerah.

“Kewajiban ini harus dipenuhi bagi CPNS lolos yang mengundurkan diri,” kata Retno.

Menurut dia, mereka harus membayar denda Rp 10 juta sesuai dengan kesepakatan tertulis yang telah dibuat sebelum pelaksanaan seleksi. Dengan pengunduran diri tersebut, ada empat formasi yang nantinya tidak akan terisi, antara lain guru sosiologi SMA, penata laporan keuangan dan tenaga kesehatan. Read more…

Tags: ,

Delapan CPNS Kabupaten Batang Mundur

January 13, 2010 Leave a comment

Batang, CyberNews. Sebanyak delapan pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi tertulis calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2009 Kabupaten Batang mengundurkan diri. Kedelapan pelamar tersebut terancam membayar denda sebesar Rp 10 juta.

Kabid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batang Sudarmono menjelaskan, dari delapan pelamar yang mengundurkan diri tersebut, baru enam orang yang telah menyerahkan pernyataan mengundurkan diri secara tertulis dan kesediaan membayar denda sebesar Rp 10 juta ke BKD Kabupaten Batang.

“Sementara, dua pelamar lainnya hingga kini belum menyerahkan surat pernyataan mengundurkan diri dan terus kami hubungi untuk menyelesaikan kewajiban mereka karena mengundurkan diri,” terang Sudarmono, Kamis (7/1).

Kedelapan pelamar tersebut diterima pada formasi guru TK, guru SD (dua orang), guru BK/BP (bimbingan dan konseling/ bimbingan dan penyuluhan) SMP, guru TIK (teknologi informasi dan komunikasi) SMA, dokter gigi, medik veteriner dan pranata komputer.

Menurut Sudarmono, kedelapan pelamar yang mengundurkan diri tersebut telah diterima di luar Jawa Tengah, di antaranya di DI Yogyakarta, Bogor dan Jakarta. “Sebagian pelamar telah menyerahkan surat pengunduran diri pada saat pemberkasan 31 Desember lalu. Namun yang lainnya, bahkan tidak hadir pada saat pengarahan dan pemberkasan,” sambungnya.

( Isnawati / CN14 )

Tags: ,

Enam CPNS Semarang Mengundurkan Diri

January 13, 2010 Leave a comment

Semarang, Cybernews. Sebanyak enam orang yang telah diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Kota Semarang mengundurkan diri karena sudah diterima sebagai PNS di luar daerah Jawa Tengah.

“Mereka tidak mungkin diterima jadi PNS di wilayah Jateng karena tes CPNS-nya serentak. Jadi, mereka diterima PNS di daerah luar Jateng,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang Agustin Lusin Dwimawati, saat memenuhi panggilan Komisi A DPRD Kota Semarang, di Semarang, Senin (11/1).

Keenam orang yang mengundurkan diri tersebut yakni untuk formasi guru penjaskes SD (S1), guru produksi Grafika SMK (S1), perawat (DIII), Epidemiologis kesehatan (S1), pengendali dampak lingkungan (S1), dan penyuluh perindustrian dan perdagangan (S1).

“Untuk guru produksi Grafika SMK formasinya satu orang dan yang mendaftar hanya satu orang, sehingga tidak ada penggantinya setelah ada yang mengundurkan diri,” katanya.

Sementara lima orang lainnya, terdapat pendaftar lainnya sehingga langsung diproses untuk peringkat di bawahnya yang mengantikan.

Agustin menjelaskan, jumlah formasi yang ada adalah 525 formasi, namun yang terisi hanya 519 formasi.

Dalam kesempatan sama, Ketua Tim Penerimaan CPNS Kota Semarang Mahfudz Ali menjelaskan bahwa proses penerimaan CPNS berlangsung lancar dan tidak ada penyelewengan.

Bahkan, untuk menguji seluruh proses berlangsung dengan bersih, Mahfudz Ali yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang pernah menanyakan ke Universitas Indonesia (UI) sebagai pihak ketiga yang mengurusi soal hingga menentukan ranking hasil tes, apakah ada jatah untuk Pemkot Semarang.

“Namun, UI menyatakan bahwa tidak ada jatah untuk pejabat dan UI tidak ingin mempertaruhkan nama baiknya. Seluruh proses tes sesuai dengan nilai yang ada. Banyak orang dekat saya tidak diterima PNS,” katanya.

Mahfudz bahkan menantang, siapa pun yang berani menyebutkan nama pejabat pemerintah yang terbukti melakukan penyelewengan, dirinya siap untuk memprosesnya secara hukum. “Jika ada, sebutkan nama dan saya yang akan melaporkan ke penegak hukum,” ujar Mahfudz Ali.

( Ant / CN12 )

Tags: ,